Seperti kebanyakan anak, penampilan Nujood Ali (10) masih polos. Dia juga masih senang bermain dan nonton film kartun.
Tapi di balik kepolosan itu, Nujood sudah mengalami peristiwa yang seharusnya tidak dialami sebagai kanak-kanak. Nujood pernah menikah dan sekarang sudah menjadi janda karena berani menggugat cerai suaminya.
Keberaniannya menggugat cerai ini berhasil meraih simpati dunia, termasuk Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hilary Clinton. Sampai-sampai Hilary Clinton menyebut Nuhood sebagai pahlawannya. ”Saya ingin menegaskan bahwa salah satu pahlawan saya adalah Nujood Ali. Dia sumber inspirasi,” kata Hilary saat berkunjung keYaman, seperti tertulis dalam situs yemenpost.net, 12 Januari 2011 lalu.
Nujood sendiri terlahir dari keluarga sederhana di pinggiran kota Sanaa. Ayahnya, Ali Mohammed Ahdal memiliki dua istri dengan 16 anak.
Bekerja sebagai penyapu jalan, secara ekonomi kehidupan keluarga Ahdal pas-pasan. Saat berusia 9 tahun, Ahdal menjodohkannya dengan pria 30 tahun yagn bekerja sebagai kurir. Tak bisa menolak, Nujood terpaksa menjalani perjodohan itu.
Setelah pernikahan, Nujood diboyong suami ke rumah yang tidak jauh dari rumahnya. Sebenarnya, Nujood tidak boleh disentuh oleh pria itu. Tapi yang terjadi sebaliknya, malam pertama yang penuh air mata.
Ketika sang suami mengajak tidur bersama, Nujood menolak dan memilih keluar kamar. Tapi, sang suami tidak menyerah dan berhasil memperkosa Nujood.
Tidak sekadar diperkosa, Nujood juga mengalami kekerasan fisik lainnya. Itu, berlangsung dua bulan.
Tak tahan, Nujood minta cerai. Sayang, orangtuanya tidak mengizinkan, Hingga suatu ketika Nujood melakukan tindakan berani, memanfaatkan uang yang diberi ibunya untuk membeli roti untuk naik bus ke pusat kota Sanaa.

Dari kiri: suami, Satha, Nujood Ali dan ayahnya
Tetap Semangat
Sesampainya di Sanaa, ia mencari taxi agar diantarkan ke sebuah tempat yang bisa membantu dirinya bercerai dengan suami. Sopir taxi kemudian membawanya ke ke pengadilan.
Tiba di pengadilan, Nujood bak anak hilang. Dia tidak tahu apa yang mesti dilakukan. Dia hanya duduk-duduk di gedung pengadilan yang sibuk.
Sampai menjelang jam makan siang, seorang hakim yang bertugas di gedung pengadilan menghampiri dan menanyakan maksud kedatangannya. ”Saya datang untuk mengurus perceraian,” jawab Nujood seperti yang tertulis pada situs time.com.
Jawaban itu membuat hakim terkejut bukan kepalang. Nalurinya sebagai hakim mengatakan Nujood dalam kesulitan besar dan butuh pertoloangan.
Hakim baik itu kemudian mengajak pulang. Di sana Nujood dikenalkan dengan anaknya yang berusia 8 tahun. Bersama teman barunya, Nujood bermain sepuasnya. Maklum setelah menikah, praktis Nujood kehilangan waktu indah bersama teman sebayanya.
Setelah tinggal selama 2 hari di rumah hakim, cerita kelam Nujood terdengar oleh pengacara Shatha Nasser. Pengacara itu kemudian secara suka rela membantu Nujood memperjuangkan haknya: minta cerai.
Usaha Nujood berhasil. Meski menyandang status janda, Nujood tak lagi dibayangi mimpi buruk karena harus menjadi istri dalam usia dini.
Dengan menyandang status sebagai janda cilik, Nujood kini telah kembali kepada orangtuanya. Bahkan sesuai dengan keinginan Hilarry Clinton, Nujood telah bersekolah lagi.
Ada dua orang dermawan asing yang telah bersepakat untuk membayar segala kebutuhan sekolah Nujood hingga ke jenjang perguruan tinggi nanti. Memang apa cita-cita Nujood? Dengan lanang dengan menjawab, ”saya ingin jadi pengacara.”
Yang mengagumkan, ia sama sekali tidak minder dengan status sebagai janda cilik. ”Itu membuat saya kuat Sekarang hidup saya manis seperti permen,” kata Nujood.
Di masa datang, Nujood berharap akan menemukan seorang pria tampan yang mencintainya. Namun dalam waktu dekat ini, janda cilik yang suka pelajaran Matematika dan Al Quran itu tidak ingin memikirkan pernikahan dulu. ”Saya hanya ingin bersekolah,” tegasnya.*
Dari Buku hingga Film
Keberanian Nujood menggugat cerai mendapat dukungan media internasional, seperti CNN, Time, New York Times, Los Angeles Times. dan lain sebagainya. Bahkan situs glamour.com menobatkan Nujood sebagai women of Year 2008.
Penganugerahan Nujood dilakukan di Manhattan dalam selebrasi yang heboh dan dihadiri orang-orang beken seperti Hillary Clinton dan Condoleezza Rice.
Perjuangan Nujood menginspirasi Khadeja Sallami, kreator film Yaman untuk mengangkat kisah hidupnya dalam film. Sebuah buku berjudul ’I am Nujood, Age 10 and Divorced’ yang mengangkat perjalanan hidup Nujood juga sudah diedarkan. Lengkap sudah betapa besar perhatian dunia untuk Nujood.*
naskah: berbagai sumber/dinda
